Wira Usaha PPMS
Sepak terjang Pondok Pesantren Mamba'us Sholihin, pondok muda yang hanya
puluhan tahun silam berdiri, tak henti-hentinya membangun. Ditengah-tengah
gencarnya membangun dibidang fisik Pondok Pesantren ini, juga tidak melupakan
tugas pokok untuk mencetak para santri yang berkafa'ah disegala bidang.
Seiring dengan perkembangan zaman yang penuh kompetisi, para santri
OSPPMS ini tidak hanya dibekali pengetahuan religi saja namun mereka juga
dibekali dengan kafa'ah (kapabelita) di bidang wira usaha selain untuk
menjawab tantangan zaman yang sangat kompleks diharapkan para santri juga
mampu bersaing dalam dunia bisnis.
Bidang Kewirausahaan santri PP Mamba'us Sholihin telah terbina sejak
beberapa tahun silam. Beberapa aset yang menjadi salah satu Income bagi
Pesantren maupun Keluarga Pesantren terus di tambah dan dikembangkan.
Salah satu bidang wirausaha yang dikelola oleh para santri Pondok Pesantren
Mamba'us Sholihin adalah ; Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) ini di
dirikan pada tahun 1998, disaat bangsa Indonesia mulai memasuki lembah
krisis multidimensi yang terus berlanjut hingga kini. Hanya dengan bermodalkan
Rp. 5.000.000,- dan rumah sewaan, KOPONTREN ini mulai beroperasi. Setapak
demi setapak KOPONTREN Mamba'us Sholihin mulai mengalami kemajuan, dan
setelah enam tahun bergelut di bidang Bisnis & Perdagangan, kini KOPONTREN
Induk Mamb'aus Sholihin berhasil mengepakkan sayapnya, dengan dibukanya
KOPONTREN Mamba'us Sholihin II yang beroperasi di daerah Betoyo Manyar
Gresik.
Adapun usaha-usah lain yang bercikal bakal dari kopontren adalah :
- Kopontren Mamba'us Sholihin II. Berdiri pada tahun 1999 terletak di
kec. Betoyo Gresik.
- Pabrik Tahu dan Tempe yang berdiri pada tahun 2002.
- Peternakan Sapi yang juga dimulai pada tahun 2002.
- Kebun Jati Emas juga dimulai pada tahun 2002.
- Isi Ulang Air Minum yang baru dirintis pada tahun 2004.
- Pangkas Rambut yang baru dimulai Tahun ajaran Baru 2004/2005
Selain usaha-usaha yang diayomi oleh badan hukum wira usaha Pondok Pesantren
Mamba'us Sholihin juga mempunyai usaha lain yang hanya dikelola di lingkup
Pondok Pesantren. dan juga dikelola oleh para santri, mereka juga dituntut
untuk mempunyai manajemen yang handal dalam bidang bisnis yang hanya dibekali
kejujuran, keuletan dan juga kesikhlasan.
Seperti contoh empat buah kantin, toko buku Al-Faqih, dua toko yang menyediakan
kebutuhan sehari-hari para santri dan juga warung telekomunikasi (wartel).
|